Welcome To Library Corner

Promosi Perpustakaan

Tujuan utama promosi perpustakaan adalah untuk menyadarkan masyarakat pengguna tentang pentingnya perpustakaan bagi kehidupan. Mempromosikan perpustakaan juga tidak berbeda dengan mempromosikan sebuah produk komersial. Dalam istilah marketing kita mengenal istilah edukasi pasar maka untuk perpustakaan pun ada yang disebut dengan user education atau pendidikan pengguna, dan cara inilah yang paling efektif dalam melakukan promosi perpustakaan.Menutu Thomas Vogel pendidikan pemakai dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan berikut ( Fjallbrant, 1984: 9):

1.Do librarians know what the student perceives about the services in the library?
2.Do librarians know what the student really needs to know (or perceives necessary to know) about the library

Jasa dan fasilitas yang disediakan perpustakaan harus senantiasa aktif dipromosikan sampai semua kelompok sasaran menyadari peran utama perpustakaan, yaitu sebagai mitra dalam pembelajaran dan merupakan pintu gerbang untuk membuka semua jenis sumber nformasi. Tentu saja bentuk promosinya juga harus disesuaikan dengan berbagai kelompok sasaran yang berbeda-beda.

Sebaiknya perpustakaan mempunyai kebijakan tertulis menyangkut promosi ini dan merinci berbagai sasaran serta strategi yang akan digunakan. Tentu saja, kebijakan ini harus dikerjakan bersama-sama dengan manajemen perusahaan. Dokumen kebijakan ini hendaknya memuat unsur berikut:

*sasaran dan strategi
*rencana tindakan agar pasti tujuan tercapai
*metode evaluasi

Di bawah ini ada beberapa kegiatan yang dapat dijadikan sarana promosi perpustakaan:

*menyelenggarakan berbagai pameran buku,
*membuat terbitan berisi informasi mengenai jam buka, jasa dan koleksi perpustakaan
*mempersiapkan dan menyebarluaskan bermacam daftar sumber informasi dan pamflet yang berkaitan dengan proyek dan program perusahaan
*memberikan informasi tentang perpustakaan kepada semua karyawan
*membentuk semacam kelompok ‘sahabat perpustakaan’ bagi para karyawan
*membuat rambu, tanda, marka yang efektif di dalam dan di luar perpustakaan

Kegitan-kegiatan tersebut hendaknya dievaluasi, dibahas ulang dan direvisi setiap tahun, dan seluruh dokumen kebijakan hendaknya dibahas bersama paling sedikit sekali setiap dua tahun.

Bentuk kegiatan lain dalam rangka pendidikan pemakai yang lebih integral dan kontinyu adalah mengadakan kursus dan pelatihan keperpustakaan. Kursus dan program berbasis perpustakaan khususnya ditujukan pada karyawan dan staf tentang bagaimana cara menggunakan perpustakaan.

Pelatihan yang didisain khusus untuk level manajer hendaknya memberikan bimbingan yang jelas mengenai peran perpustakaan di dalam kegiatan perusahaan serta bantuan yang tersedia dari staf perpustakaan. Pelatihan semacam ini hendaknya secara khusus menekankan pelatihan praktis dalam mencari informasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Melalui pengalaman mereka dalam mencari sumber informasi yang sesuai, para karyawan akan semakin memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana perpustakaan dapat melengkapi tugas-tugas mereka.

Seperti halnya dengan berbagai program di perusahaan, bermacam komponen pada pelatihan bagi karyawan disampaikan berurutan secara logis untuk meningkatkan kemajuan dan kesinambungan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa keterampilan dan sumber daya informasi harus diperkenalkan secara progresif melalui tahap dan tingkatan.

Pustakawan mempunyai tanggung jawab utama dalam berbagai program pendidikan pemakai, namun harus bekerja sama dengan manajemen, dan mengusahakan agar bermacam komponen penelitian dapat terkait erat sesuai kebijakan perusahaan. Para manajer harus selalu hadir pada saat para karyawan mengikuti berbagai program pelatihan perpustakaan dan mereka dapat bertindak sebagai penasihat serta bekerja sama dengan pustakawan. Di dalam pendidikan pemakai ada 3 ranah yang perlu diperhatikan:

*pengetahuan mengenai perpustakaan; apa tujuannya, berbagai jasa yang tersedia, bagaimana diorganisasi serta sumberdaya apa saja yang tersedia
*keterampilan mencari dan menggunakan informasi,
*menumbuhkan motivasi untuk mendayagunakan perpustakaan untuk pembelajaran secara formal maupun informal.

0 Comments:

Post a Comment