Welcome To Library Corner

Melvil Dewey di dalam dunia perpustakaan bukanlah nama asing lagi. Namanya telah dikenal luas di dunia perpustakaan. Melvin Dewey dikenal sebagai peletak dasar pengklaifikasian koleksi di perpustakaan. Dialah yang pertama kali mengenalkan secara baku pengklasifikasian di perpustakaan yang dikemudian hari dijadikan sebagai standar baku dalam pengklasifikasian koleksi di perpustakaan.
Melville Louis Kossuth Dewey atau yang lebih dikenal dengan nama Melvil Dewey dilahirkan di Adam Center dekat Watertown, New York pada tanggal 10 Desember 1851. Dia adalah anak termuda dari lima orang bersaudara. Ayahnya adalah seorang pembuat sepatu dan pelayan toko, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Dewey muda tercatat sebagai mahasiswa di Amherst College pada tahun 1870. Dia menyelesaikan pendidikan diplomanya di perguruan tinggi tersebut pada tanggal 9 Juli 1874. Ketika dia menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut, dia juga bekerja sebagai asisten pustakawan sampai dengan tahun 1876. Ketika bekerja di Perpustakaan Amherst College, Dewey telah mulai melakukan pengklasifikasian pada koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan tersebut. Dia mengelompok-lompokkan koleksi dalam satu bidang ilmu yang sama ke dalam satu tempat yang sama. Hal inilah yang dikemudian hari akan lebih berkembang dan menjadi peletak dasar pengklasifikasian di perpustakaan.
Pada tahun 1876 sampai dengan tahun 1883 dia bekerja di Boston dan pada tahun 1883 sampai dengan 1888 dia tercatat sebagai pustakawan di Universitas Kolombia di New York.
Dewey muda dikenal sebagai orang yang cerdas. Pemikiran-pemikiran kritisnya terhadap hal-hal yang menyangkut perkembangan dunia kepustakawanan menjadi dasar perubahan di dalam dunia kepustakawanan itu sendiri. Beberapa orang yang membuat biografi tentang Dewey mengungkapkan bahwa Dewey adalah sosok figure yang luar biasa. Bahkan beberapa diantaranya menyebut dia sebagai Bapak Kepustakawanan Amerika.
Ketertarikannya untuk melakukan mengelompok-mengelompokan koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan telah dimulai sejak dia masih tercatat sebagai mahasiswa di Amherst College. Bahkan sebelumnya, hal itu telah dia lakukan ketika dia masih tinggal di rumah bersama kedua orang tuanya. Hal sederhana yang dia lakukan adalah dengan mengelompok-ngelompokkan semua peralatan dapur milik ibunya.
Hal yang mendasari pemikiran Dewey muda ketika itu adalah ketika dia melihat dari beberapa perpustakaan di New York yang pernah didatanginya belum memiliki sistem yang praktis yang dapat membantu pengguna perpustakaan untuk dapat menemukan koleksi yang dibutuhkan. Menurut pandangan Dewey pada waktu itu, masih banyak waktu terbuang yang dilakukan baik oleh pustakawan maupun pengguna perpustakaan untuk dapat menemukan koleksi yang dibutuhkan. Hal inilah yang mendorong ketertarikan dari Dewey terhadap sistem organisasi koleksi perpustakaan.
Konsep dan dasar operasi yang dia pergunakan untuk merancang sistem organisasi koleksi perpustakaan adalah sebagaimana yang pernah dia lakukan pada saat dia bekerja sebagai pustakawan di Amherst College. Dia mencoba merancang sebuah sistem yang dapat membantu seseorang untuk dapat seefisen mungkin menemukan koleksi yang dibutuhkan di perpustakaan. Dia mencoba membuat sebuah sistem yang dapat dipergunakan secara fleksibel dan sebuah sistem yang sederhana yang mudah dipahami.
Dewey membagi sistem klasifikasi dalam sepuluh golongan dasar yaitu untuk klasifikasi umum (000), psikologi dan filsafat (100), agama (200), ilmu sosial (300), bahasa (400), ilmu alam dan matematika (500), ilmu terapan (600), seni (700), kesusastraan (800) dan geografi sejarah (900). Sepuluh klas utama ini dibagi dalam sepuluh divisi, dan setiap divisi ini dibagi dalam seksi-seksi hingga sampai pada tingkatan paling kecil yang sekiranya dapat mewakili dari isi koleksi yang diklasifikasikan.
Pada tahun 1876, Dewey mempublikasikan hasil pemikirannya ini pertama kali. Dewey mempublikasikan hasil pemikirannya ini dalam Dewey Decimal Clasification : A Classification and Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of Library. Terdapat beberapa tokoh di bidang kepustakawanan pada masa itu yang memberikan tanggapan atas hasil pemikiran Dewey ini. Di antara adalah W.C Berwick Sayers dan Paul Salvan. Mereka berdua memberikan tanggapan bahwa apa yang dihasilkan oleh Dewey ini akan membawa sebuah perubahan yang mendasar di dunia kepustakawanan. Mereka berdua mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah reformasi di bidang kepustakawanan.
Beberapa tahun sebelum hasil pemikiran Dewey dipublikasikan secara luas, di Amerika Serikat sekitar tahun 1850-an telah muncul tuntutan pembentukan “national union catalog” yang akan menghimpun katalog berbagai perpustakaan. Pada tahun-tahun tersebut, para pustakawan menyadari bahwa mereka sudah terbiasa mengelola koleksi perpustakaan tetapi belum mempunyai prosedur maupun alat simpan dan temu kembalinya. Pada tahun-tahun tersebut ada seorang pustakawan yang bernama William Frederick Poole dari Yale College. Dia merancang “collective index” untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tetapi apa yang telah dibuat oleh Poole belumlah bisa memberikan jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh para pustakawan pada masa itu. Hingga pada tahun 1876, American Library Association (ALA) mengenalkan sistem organisasi koleksi perpustakaan yang dirancang oleh Dewey. Hal yang perlu diketahui, Dewey adalah salah satu pendiri American Library Association.
Pada tahun 1876, Melvil Dewey mendirikan sebuah yayasan yang dipergunakan untuk mendukung pengembangan dunia kepustakawanan. Yayasan yang didirikan oleh Dewey ini memberikan suplai jangka panjang perlengkapan-perlengkapan yang berkaitan dengan kebutuhan perpustakaan, seperti kartu catalog. Dari hal tersebutlah kemudian dikenalkan adanya standarisasi dalam kartu catalog.
Kiprah Melvil Dewey di dunia kepustakawanan tidak hanya sebatas menghasilkan Dewey Decimal Classification saja, dia jugalah yang mendirikan the School of Library Economic di Colombia College pada tanggal 5 Mei 1887. Dari sinilah perkembangan pendidikan kepustakawanan di Amerika Serikat dimulai. Pada tahun 1889, sekolah ini dipindahkan ke Albany, New York dan berubah nama menjadi New York State Library School. Di samping itu, pada tahun 1895, Dewey mengenalkan juga the Universal Decimal Classification yang dipergunakan sebagai acuan pengklasifikasian pada perpustakaan khusus.
Dari apa yang telah diungkapkan di atas dapat kita ketahui, Melvil Dewey memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan di dunia kepustakawanan. Hasil pemikirannya yang dihasilkan dalam bentuk Dewey Decimal Classification, memberikan sebuah perubahan di dalam dunia perpustakaan. Dewey tidak hanya dikenal sebagai pustakawan, tetapi dia juga dapat kita sebut sebagai pendidik dan ilmuwan di bidang perpustakaan. Konsep-konsep pemikirannya memberikan banyak manfaat, yang mana manfaatnya tersebut dapat kita rasakan hingga saat ini. Membantu kita para pustakawan dalam mengelola sistem temu kembali di perpustakaan. Harapan-harapan kita ke depan, dapat bermunculan Dewey-dewey yang lainnya yang dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan dunia kepustakawanan, terutama dunia kepustakawanan di Indonesia.

Daftar Pustaka
Elliot, Anna. “Melvil Dewey : A Singular and Contentious Life.” Wilson Library Bulletin, May, 1981.

Niculescu, Zenovia. “Melvil Dewey’s Personality.” Library Journal, Agustus, 1991.

Rayward, W. Boyd. “Melvil Dewey and Education for Librarianship.” Journal of Library History, Oktober, 1968.

York, Barry. “Melvil Dewey : Cataloguer Extraordiordinaire.“ National Library of Australia News, April, 1998.

0 Comments:

Post a Comment